SELATANTIMES.COM-Geliat Pemilihan Sangadi (Pilsang) di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) kini mulai terasa hangat di tingkat desa. Salah satu figur muda yang menyatakan siap mengabdikan diri dan membawa perubahan adalah Afris Alim. Ia resmi menyatakan maju dalam bursa pemilihan pemimpin di Desa Soputa.
Pria yang akrab disapa Te’o ini dinilai sebagai representasi figur muda yang membumi, bertekad tinggi, dan totalitas dalam mengemban amanah. Modal sosialnya di masyarakat pun terbilang sangat kuat. Te’o memiliki bekal pengalaman birokrasi desa yang matang sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Soputa, serta dikenal aktif dalam berbagai aksi sosial.
Bagi Te’o, memajukan desa tidak melulu soal pembangunan fisik. Lebih dari itu, seorang pemimpin harus mampu mendengarkan suara hati rakyat dan bekerja bahu-membahu bersama mereka.
“Soputa bukan sekadar tempat kita tinggal, tetapi rumah yang di dalamnya ada harapan, perjuangan, dan masa depan anak cucu kita,” ujar Te’o dengan penuh optimisme.
Ia juga menambahkan bahwa menjadi seorang Sangadi (Kepala Desa) bukanlah panggung untuk unjuk kekuatan atau sekadar menebar janji manis demi popularitas.
“Menjadi Sangadi bukan tentang siapa yang paling banyak berbicara, tetapi siapa yang paling siap mendengar. Bukan tentang siapa yang paling tinggi berdiri, tetapi siapa yang bersedia merendahkan hati untuk melayani. Jika amanah itu diberikan, biarlah jabatan menjadi jalan pengabdian, bukan kebanggaan,” tegasnya.
Sebagai sosok yang merangkul semua kalangan tanpa sekat, Te’o mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menatap masa depan Soputa dengan semangat baru yang berbasis pada pembuktian nyata.
“Mari kita bangun Soputa bukan dengan janji yang tinggi, tetapi dengan kerja nyata. Bukan dengan perbedaan, tetapi dengan ikatan persaudaraan. Karena Soputa adalah milik kita bersama, dan masa depannya adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Mengusung visi yang dekat dengan rakyat, ia merangkum komitmennya dalam sebuah prinsip kerja yang tulus.
“Dari hati untuk Soputa. Bersama masyarakat, bekerja untuk masyarakat, dan mengabdi untuk masa depan Soputa,” imbuhnya.
Di akhir penyampaiannya, Te’o berpesan agar momentum pesta demokrasi desa ini menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi, bukan memicu perpecahan. Ia mengajak warga untuk menjaga persaudaraan, menguatkan gotong royong, dan menyatukan langkah. Menurutnya, Desa Soputa yang lebih baik tidak akan lahir dari satu suara, melainkan dari kebersamaan seluruh masyarakat. (*)
Views: 25









