SELATANTIMES.COM-BOLSEL-Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) berhasil mengukir prestasi nasional. Lasya L. Mamonto, S.Pt., M.E. dan Hartakni Hartawan, S.STP., M.Si. dinyatakan lulus asesmen sertifikasi Penyuluh Antikorupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) pada 28-30 Juli 2026.
Proses sertifikasi ini mengacu pada SKKI 442 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional bidang penyuluhan Antikorupsi. Atas keberhasilan ini, keduanya dinyatakan kompeten dan berhak menyandang gelar profesional CAI (Certified Anti-Corruption Instructor). Gelar tersebut merupakan pengakuan resmi atas kompetensi, pengetahuan, keterampilan, serta komitmen mereka dalam mengedukasi masyarakat terkait gerakan antikorupsi.
Kelulusan ini diraih setelah keduanya melewati rangkaian asesmen yang ketat dan komprehensif. Tahapan seleksi dimulai dari verifikasi administrasi, pemeriksaan dokumen, tes tertulis, penilaian kompetensi, praktik penyuluhan, hingga wawancara bersama tim asesor. Ketatnya persaingan terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 3.500 orang, di mana hanya 100 peserta yang dinyatakan lulus di tingkat nasional. Sementara itu, untuk wilayah Sulawesi Utara, hanya dua utusan asal Bolsel inilah yang berhasil lolos.
Selama asesmen, para peserta diuji mengenai pemahaman tindak pidana korupsi, gratifikasi, suap, konflik kepentingan, nilai-nilai integritas, serta strategi pencegahan korupsi. Kemampuan menyusun materi dan menyampaikan penyuluhan secara komunikatif serta sistematis juga menjadi poin penilaian utama.
Sesi wawancara menjadi salah satu tahapan krusial untuk menggali komitmen moral, pengalaman, dan kesiapan peserta dalam menghadapi dilema integritas di lingkungan kerja maupun masyarakat. Keberhasilan Lasya dan Hartakni menjadi bukti nyata komitmen aparatur Pemkab Bolsel dalam mendukung pemberantasan korupsi sejak dari hulu.
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini. Prestasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi bagi aparatur sipil negara (ASN) lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi diri.
Dengan gelar CAI yang kini disandang, Lasya L. Mamonto, S.Pt., M.E., CAI dan Hartakni Hartawan, S.STP., M.Si., CAI diharapkan mampu menjadi agen perubahan (agent of change) serta penggerak budaya antikorupsi. Kehadiran mereka diproyeksikan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan Bolsel yang bersih, transparan, akuntabel, dan berintegritas demi pelayanan publik yang lebih baik. (*)
Views: 22









