SELATANTIMES.COM-Polemik dugaan jual beli solar bersubsidi secara ilegal di SPBU Soguo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), memunculkan desakan agar penanganan dilakukan secara proporsional.
Ketua Garage Bolsel, Febriko Gaib, meminta Pertamina Patra Niaga tidak mengambil langkah menutup SPBU Soguo hanya karena dugaan ulah oknum tertentu.
Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pihak yang terlibat dalam praktik penyelewengan, tindakan tegas seharusnya diarahkan kepada oknum yang terbukti melakukan pelanggaran.
“SPBU Soguo satu-satunya yang ada di Molibagu, tentu kita berharap tidak ditutup,” kata Febriko.
Febriko menilai keberadaan SPBU tersebut sangat penting bagi masyarakat. Penutupan SPBU secara keseluruhan dikhawatirkan justru berdampak terhadap masyarakat yang bergantung pada ketersediaan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, ia mendorong Pertamina melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan penyimpangan yang mencuat.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan oknum yang terbukti terlibat dalam jual beli solar bersubsidi di luar mekanisme resmi, Febriko meminta Pertamina memberikan sanksi tegas, termasuk memberhentikan oknum yang bersangkutan sesuai ketentuan.
“Kalau memang ada oknum yang bermain, jangan SPBU-nya yang ditutup. Oknum yang terbukti terlibat harus diberikan sanksi tegas,” ujarnya.
Dorong Polres Investigasi
Selain meminta Pertamina melakukan pemeriksaan internal, Febriko juga mendorong Polres Bolsel turun langsung menginvestigasi dugaan permainan solar tersebut.
Menurutnya, proses hukum penting untuk memastikan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab jika memang terdapat praktik penjualan kembali BBM bersubsidi secara ilegal.
“Polres harus melakukan investigasi supaya kalau memang ada pelaku, bisa dijerat sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.
Febriko menilai pemeriksaan harus dilakukan secara objektif dengan mengacu pada bukti, bukan sekadar informasi yang beredar.
Menurutnya, rekaman CCTV, data transaksi, sistem barcode, volume pengisian, serta keterangan para pihak dapat menjadi bahan untuk mengungkap ada atau tidaknya penyimpangan.
Ia berharap proses pemeriksaan dapat segera memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus menjaga agar SPBU Soguo tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan BBM warga.
“Yang kita dorong adalah penegakan aturan. Kalau ada yang terbukti salah, tindak orangnya. Jangan sampai masyarakat yang akhirnya dirugikan karena SPBU ditutup,” pungkasnya. (*)
Views: 29









