SELATANTIMES.COM-DUMINANGA-Menjelang Pemilihan Sangadi (Pilsang), yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026, tensi politik di tingkat desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) mulai menghangat. Salah satu wilayah yang paling menyedot perhatian publik adalah Desa Duminanga, Kecamatan Helumo.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kontestasi politik lokal ini diprediksi akan melahirkan persaingan sengit antara tiga figur potensial yang masing-masing telah memiliki basis masa riil dan jelas.
Panggung politik Duminanga kini mulai mengerucut pada tiga nama besar yang ramai diperbincangkan di setiap sudut desa dan berbagai lapisan masyarakat, yaitu Siti Rahmawati Kadullah (Bude), Zulasram Kadullah (Papa Agit), dan Hendris Tuloli. Ketiga figur ini dinilai memiliki basis pendukung yang kuat serta karakter kepemimpinan yang khas.
Figur pertama, Siti Rahmawati Kadullah yang akrab disapa Bude, bukanlah orang baru dalam konstelasi birokrasi dan pemerintahan desa. Pengalamannya sebagai Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Duminanga menjadi bukti kematangannya dalam memahami regulasi serta mengartikulasikan aspirasi warga. Ditopang oleh pergerakan arus bawah yang dimotori oleh kaum perempuan dan ibu-ibu, Bude mantap melangkah maju dengan komitmen pengabdian yang tulus demi kemajuan desa.
Sementara itu, Zulasram Kadullah atau Papa Agit, hadir membawa misi perubahan yang segar. Berbekal dukungan solid dari kelompok milenial, generasi muda, serta sejumlah tokoh masyarakat berpengaruh, Papa Agit menawarkan visi pembaruan yang progresif. Pendekatan ini diharapkan mampu membawa Desa Duminanga menjadi wilayah yang lebih adaptif, inovatif, dan berkembang pesat di era modern.
Kandidat ketiga yang tidak kalah memikat adalah Hendris Tuloli. Memiliki basis keluarga besar yang mendominasi di Desa Duminanga menjadi modal sosial sekaligus suntikan semangat utama baginya untuk maju dalam kontestasi politik enam tahunan ini. Mengusung prinsip pemerintahan yang akuntabel dan transparan, ia berkomitmen untuk memberdayakan semua kalangan masyarakat. Menurutnya, sudah saatnya generasi muda mengambil andil secara aktif dan nyata dalam menentukan arah pembangunan desa ke depan.
Meski berangkat dari latar belakang dukungan dan strategi yang berbeda, ketiga figur ini dipersatukan oleh satu komitmen besar, yakni ketulusan untuk membangun dan memajukan Desa Duminanga.
Pilsang Duminanga 2026 ini tentu sangat menarik untuk disimak perkembangannya. Siapa pun yang nantinya diberi amanah oleh rakyat, masyarakat menaruh harapan besar agar pemimpin baru tersebut mampu membawa spirit segar, melakukan lompatan kemajuan bagi desa tercinta, serta melahirkan semangat baru demi kesejahteraan seluruh masyarakat Duminanga. (*)
Views: 26









