SELATANTIMES.COM-Nama Siti Rahma Dewi Kadullah, atau yang akrab disapa Bude, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Desa Duminanga. Ibu dari tiga anak ini sehari-hari beraktivitas sebagai ibu rumah tangga. Di samping rutinitas tersebut, ia juga dikenal sangat aktif dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungannya.
Wanita kelahiran Desa Duminanga yang memiliki tiga saudara ini dikenal ramah dan mudah bergaul dengan semua kalangan. Ia kerap terlibat aktif dalam setiap hajatan, baik suka maupun duka, di desanya hingga ke desa tetangga. Selain itu, Bude juga aktif dalam kegiatan keagamaan, khususnya yang melibatkan ibu-ibu majelis taklim.
Di ranah pemerintahan desa, sosok Bude memegang peran strategis sebagai Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sebagai salah satu representasi kaum perempuan, ia dikenal lantang mengawal dan menyuarakan aspirasi serta keluh kesah masyarakat kepada Pemerintah Desa.
Berbekal pengalaman tersebut serta dukungan penuh dari keluarga, Siti Rahmawati Kadullah memantapkan diri untuk ikut dalam pesta demokrasi tingkat desa. Ia resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Sangadi Desa Duminanga, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), yang puncaknya akan digelar pada Desember mendatang.
Selain sokongan keluarga, figur dengan jargon “Bude” ini juga mendapat dukungan kuat dari arus bawah, terutama kalangan ibu-ibu. Dengan komitmen yang kuat untuk mewujudkan perubahan di desa kelahirannya, ia menegaskan bahwa langkahnya ini bukan didasari ambisi kekuasaan, melainkan ketulusan untuk mengabdi demi kesejahteraan masyarakat tanpa pandang bulu.
Dalam pencalonannya, ia menggaungkan sebuah falsafah leluhur yang kerap dikampanyekan oleh tim suksesnya. Kalimat filosofis tersebut memiliki makna mendalam yang berbunyi: “Duminanga Lipundo Otoliangundo, Poopoyohundo”. Bagi Bude, Desa Duminanga bukan sekadar tempat tinggal, melainkan tanah kelahiran yang memberikan banyak pelajaran hidup tak ternilai.
Siti Rahma Dewi Kadullah menyampaikan bahwa niatnya maju dalam Pemilihan Sangadi (Pilsang) tidak lain adalah untuk membangun desa agar ke depannya menjadi lebih baik.
“Apa yang sudah dibuat oleh pemerintahan sebelumnya harus kita jaga, dan apa yang belum dibangun harus kita bangun, sehingga masyarakat dapat merasakan semua pembangunan secara merata. Jika nanti masyarakat memberikan mandat untuk memimpin Desa Duminanga, saya akan berusaha menjadikan desa ini Baldatun Thoyibatun Warrabun Gafuur (negeri yang baik dan diampuni Tuhan),” ujarnya, Rabu (28/10/2026).
Melalui niat dan komitmen mulia ini, Bude mengharapkan doa restu dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat pada Pemilihan Sangadi (Pilsang) yang tahapannya tengah berjalan saat ini dan akan mencapai puncaknya pada 8 Desember 2026. “Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,”.
Di akhir penyampaiannya, ia mengajak seluruh warga untuk menyambut Pilsang kali ini dengan riang gembira. Ia mengimbau masyarakat untuk menghilangkan egosentris dan menjaga persaudaraan.
“Biarkanlah rakyat yang menentukan pilihannya. Jangan ada perselisihan antar-sesama pendukung karena kita semua bersaudara. Ketiga Bakal Calon yang maju ini sama-sama memiliki niat dan tekad yang baik untuk membawa Desa Duminanga ke arah yang lebih maju,” pungkasnya. (*)
Views: 8










