Penulis : Iron Rahman
Bagi sebagian besar masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), nama Al-Amin Van Gobol bukanlah sosok yang asing. Saban hari, wajahnya kerap terlihat di berbagai sudut wilayah dengan kamera atau catatan di tangan. Sebagai seorang jurnalis, ia adalah perekam peristiwa, penyambung lidah warga, sekaligus pengawal kebijakan.
Namun kini, pria yang akrab disapa Arif tersebut sedang bersiap menulis babak baru dalam hidupnya mengabdikan diri sepenuhnya untuk memperebutkan kursi orang nomor satu Sangadi di Desa Biniha.
Langkah Arif menuju panggung politik desa tidaklah instan. Jauh sebelum bergelut dengan waktu berita, ia menempa diri di dunia pendidikan. Berbekal gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam dari IAIN Gorontalo, Arif mengawali kariernya sebagai pendidik.
Pengalaman inilah yang membentuk karakter aslinya seorang pemuda dengan kedisiplinan tinggi, pembawaan santai yang merangkul, serta totalitas tanpa batas dalam mengemban amanah.
“Kemajuan desa itu tidak melulu soal megahnya pembangunan fisik atau beton yang berjejer,” ujar Arif dalam sebuah kesempatan diskusi santai. Bagi ayah dua anak yang masih balita ini, esensi tertinggi dari seorang pemimpin adalah kemampuan untuk mendengarkan ketukan pintu hati rakyatnya, lalu bekerja bahu-membahu di lapangan.
Sebagai seorang kepala keluarga yang hari-hari melihat tumbuh kembang buah hatinya, Arif merasakan adanya tanggung jawab moral yang besar. Ia mendambakan Desa Biniha tumbuh menjadi ruang yang aman, kondusif, dan sarat akan peluang bagi generasi penerus.
Impian itu pula yang membakar semangatnya untuk membawa angin pembaruan. Ia sadar betul bahwa pemerintah desa dan warga tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling menopang demi satu tujuan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Arif merangkum komitmen moralnya ke dalam sebuah tujuan yang melekat erat dengan identitasnya: AVG. Tiga huruf ini bukan sekadar slogan, melainkan tiga pilar perjuangan yang ditawarkan untuk masa depan Biniha:
A – Amanah: Arif memandang kepemimpinan sebagai mandat suci dari rakyat dan Tuhan, bukan alat untuk pamer kekuasaan. Ia berkomitmen penuh menghadirkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, jujur, serta tulus melayani tanpa sekat birokrasi.
V – Visioner: Di bawah komandonya kelak, pembangunan desa wajib memiliki arah jangka panjang yang jelas. Seorang pemimpin harus jeli menangkap peluang ekonomi lokal, memfasilitasi ruang kreativitas bagi para pemuda, serta menelurkan inovasi dalam pelayanan publik.
G – Gotong Royong: Semangat komunal ini merupakan motor penggerak paling utama. Arif percaya, keragaman latar belakang warga Biniha adalah kekuatan. Mengajak semua golongan duduk bersama tanpa membeda-bedakan adalah kunci utama kemajuan bersama.
Kehadiran sosok muda berpendekatan humanis seperti Al-Amin Van Gobol di tengah kontestasi ini seolah menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat akan figur segar.
Melalui rekam jejaknya dari dunia pendidikan yang humanis hingga ketajaman naluri jurnalisnya, Arif ingin memastikan satu hal jika terpilih nanti menjadikan kantor desa sebagai rumah yang ramah, hangat, dan selalu mengayomi seluruh warga Biniha. *
Views: 9









