SELATANTIMES.COM-BOLSEL-Salah satu Tokoh masyarakat Desa Salongo, Kecamatan Bolaang Uki, Friady Mehi, angkat bicara menanggapi pemberitaan yang menyebutkan adanya dugaan upaya sistematis untuk menggagalkan pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah tersebut.
Friady dengan tegas membantah tudingan yang dinilai tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik. Ia menilai narasi yang berkembang di media telah menyudutkan masyarakat Desa Salongo tanpa mengedepankan prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam kode etik jurnalistik.
“Perlu kami luruskan, tidak ada gerakan terorganisir ataupun upaya menggagalkan program pemerintah, baik dari pusat maupun provinsi. Apa yang terjadi di masyarakat murni bagian dari dinamika dan aspirasi warga,” tegas Friady kepada wartawan, Sabtu (28/03/2026).
Menurutnya, perbedaan pandangan yang muncul terkait pembangunan gerai tersebut merupakan hal yang wajar dalam proses pembangunan di desa. Ia juga menekankan bahwa masyarakat hanya menginginkan keterbukaan, kejelasan, serta keterlibatan aktif dalam setiap tahapan pengambilan keputusan.
“Jangan langsung memberi label negatif seolah-olah ada kepentingan besar di baliknya. Warga hanya ingin memastikan bahwa semua proses berjalan transparan dan sesuai dengan kebutuhan serta kepentingan bersama,” ujarnya.
“Tidak ada masyarakat yang menolak pembangunan gerai Kopdes merah putih. Yang ditolak masyarakat adalah bangunan kopdes yang rencana pemdes akan dibangun di lapangan siaga padahal ada masyarakat yang telah menghibahkan lahan,” tambahnya.
Friady juga menyayangkan adanya pernyataan dari sumber anonim yang menyebut keterlibatan “aktor di balik layar”. Ia menilai hal tersebut sebagai spekulasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan berpotensi memecah belah hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Kalau ada tuduhan seperti itu, sebaiknya dibuktikan secara jelas, bukan hanya asumsi. Jangan sampai opini liar justru merusak persatuan warga yang selama ini terjaga,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat Desa Salongo pada prinsipnya mendukung program-program pemerintah, termasuk upaya penguatan ekonomi desa. Namun, ia mengingatkan agar setiap kebijakan tetap mengedepankan pendekatan partisipatif dan dialogis.
“Kami tidak anti program pemerintah. Justru kami ingin program tersebut benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat, bukan menimbulkan polemik,” jelasnya.
Friady pun mengajak semua pihak, termasuk media, untuk mengedepankan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan tidak menggiring opini yang dapat memperkeruh situasi.
“Kami berharap semua pihak bisa menahan diri dan mengedepankan komunikasi yang baik. Mari kita cari solusi bersama, bukan saling menyalahkan,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi tambahan dari pihak terkait mengenai tindak lanjut polemik pembangunan Kopdes Merah Putih di Desa Salongo.***
Views: 38









