SELATANTIMES.COM-BOLSEL-Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bergerak cepat menjamin hak pendidikan bagi anak-anak penyintas erupsi Gunung Ruang, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bolsel terjun langsung ke kawasan Hunian Tetap (Huntap) untuk melakukan verifikasi data siswa yang kini telah menempati rumah baru mereka, Senin (23/02/2026).
Langkah ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Dikbud Bolsel, Idwan Latjolai, mewakili Kepala Dinas Rante Hattani. Menurut Idwan, akurasi data di lapangan sangat krusial untuk menyusun strategi pembelajaran.
“Kami harus memastikan jumlah pasti peserta didik agar pembagian rombongan belajar (rombel) dan penempatan guru pendamping tepat sasaran. Semuanya harus terencana supaya efektivitas belajar tetap terjaga meski dalam situasi transisi,” ungkapnya.
Hasil pendataan mencatat sebanyak 82 siswa yang siap kembali bersekolah, terdiri dari:
• PAUD: 5 anak
• SD: 54 anak
• SMP: 23 anak
Selain siswa, terdapat 13 guru penyintas yang turut terdata dan berkomitmen penuh untuk kembali mengajar. Data kolektif ini akan menjadi acuan utama dalam pengaturan kelas dan distribusi tenaga pendidik di wilayah Huntap.
Meski infrastruktur sekolah di area Huntap masih dalam tahap perampungan, Dikbud Bolsel menargetkan aktivitas belajar mengajar (KBM) sudah bisa dimulai bulan depan. Pihak dinas terus melakukan sinergi lintas instansi agar fasilitas penunjang rampung tepat waktu.
Upaya ini memperkuat komitmen Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, yang sebelumnya telah meresmikan penyerahan kunci Huntap bagi warga. Pemulihan pascabencana memang tidak hanya soal tempat tinggal, tapi juga pemulihan layanan dasar.
Bupati Iskandar Kamaru, juga menegaskan bahwa kembali ke sekolah adalah bagian dari pemulihan psikologis anak-anak pascatrauma bencana.
“Kepastian pendidikan ini adalah prioritas kami. Dengan kesiapan guru dan skema belajar yang matang, kami pastikan tidak ada anak penyintas yang tertinggal pendidikannya,” pungkasnya.***
Views: 4










